Jakarta, VOA Islami. Nahdlatul Ulama (NU) merasa khawatir dengan nasib masjid-masjid milik warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) diambilalih oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam. Oleh karenanya, Pengurus Pusat (PP) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) berinisiatif melakukan gerakan nyata untuk merebut kembali masjid-masjid milik warga nahdliyyin itu, dengan mengumpulkan para pemimpin majelis talim se-Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi)
Tanggal 30 (Agustus, red) nanti kita akan kumpulkan ketua-ketua majelis talim se-Jabotabek. Kita harus rebut kembali masjid-masjid yang sudah dikuasai orang (kelompok, red) lain itu, kata Ketua Umum PP LDNU KH Nuril Huda kepada VOA Islami di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (24/8).
Seperti diberitakan VOA Islami beberapa waktu lalu, Ketua PBNU KH Masdar F Masudi mengungkapkan, sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam telah serampangan mengambilalih masjid-masjid milik warga nahdliyyin dengan alasan syarat ajaran bidah dan beraliran sesat. Pengambilalihan yang dimaksud berbentuk penggantian para takmir masjid yang selama ini diisi oleh warga nahdliiyin. Demikian juga dengan tradisi-tradisi ritual keagamaan khas NU pun diganti.
| Rebut Kembali Masjid Nahdliyyin, LDNU Kumpulkan Majelis Talim se-Jabotabek (Sumber Gambar : Nu Online) |
Rebut Kembali Masjid Nahdliyyin, LDNU Kumpulkan Majelis Talim se-Jabotabek
Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama PP LDNU dengan PP Muslimat NU itu, kata Kiai Nurildemikian panggilan akrabnya, dilaksanakan setiap akhir bulan. Dalam pertemuan itu, para pemimpin majelis talim tersebut diberikan pemahaman yang menyeluruh tentang paham Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja).Menurut Kiai Nuril, pemahaman tentang Aswaja yang benar dirasa sangat penting guna menghadapi gerakan-gerakan kelompok-kelompok yang telah mengambilalih masjid-masjid NU. Pasalnya, secara umum para pemimpin majelis talim itu belum memahami sepenuhnya ajaran Aswaja tersebut.
Selain itu, Kiai Nuril menambahkan, tidak sedikit pula bermunculan ajaran yang mengatasnamakan Ahlussunnah, namun yang dimaksud bukanlah Aswaja. Sekarang kan banyak sekali aliran yang mengaku Ahlussunnah, tapi sebetulnya bukan Ahlussunnah Wal Jamaah. Ahlussunnah saja, beda dengan Ahlussunnah Wal Jamaah. Makanya, majelis talim ini harus diberi pemahaman agar bisa membedakan antara Ahlussunnah saja, dengan Ahlussunnah Wal Jamaah, terangnya.
VOA Islami
Bedanya, kalau Ahlussunnah saja, itu hanya mengikuti ajaran dan perilaku Nabi Muhammad SAW. Tapi kalau Ahlussunnah Wal Jamaah, mengikuti ajaran dan perilaku nabi sekaligus juga para Khulafaur Rosyidin (kholifah empat; Abu Bakar Assiddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib, red), imbuh Kiai Nuril.Disadari Kiai Nuril, sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia yang berpaham Aswaja, NU merasa perlu untuk segera melakukan gerakan-gerakan nyata dalam rangka penyelamatan terhadap paham yang sudah diyakini kebenarannya selama ini. Jika tidak, katanya, tidak ada jaminan dalam waktu sepuluh tahun mendatang ajaran moderat yang terkandung dalam Aswaja akan hilang dan tergantikan oleh paham yang lain.
Diungkapkan Kiai Nuril, pada pertemuan pertama dan kedua yang diikuti 162 ketua majelis talim se-Jabotabek itu, responnya cukup positif atas kegiatan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, katanya, sekaligus terungkap bahwa sebagian besar pimpinan majelis talim belum mengerti sepenuhnya paham Aswaja sebagaiamana diterapkan NU selama ini.
VOA Islami
Ibaratnya, kita akan berikan pencerahan kepada para majelis talim itu tentang ajaran Aswaja yang benar dan menyeluruh. Biar mereka juga bisa membedakan antara paham Ahlussunnah saja dengan Ahlussunnah yang ada Wal Jamaah-nya, tandas Kiai Nuril.Kegiatan tersebut, kata Kiai Nuril merupakan awalan. Selanjutnya, pihaknya akan memperluas wilayah garapan dari kegiatan tersebut hingga ke daerah-daerah, terutama daerah di luar Jawa. Karena, ungkapnya, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Jabotabek saja, melainkan seluruh Indonesia.
Untuk pertemuan mendatang (30 Agustus), tutur Kiai Nuril, pihaknya telah mengundang seorang tokoh muslimah asal Amerika Serikat untuk menjadi penceramah, yakni Mrs Tiye Mulazim. Menurutnya, Mrs Tiye Mulazim juga seorang muslimah yang berpaham Aswaja. (rif)
Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5188/rebut-kembali-masjid-nahdliyyin-ldnu-kumpulkan-majelis-talim-se-jabotabek
VOA Islami

EmoticonEmoticon